fifacash Chelsea mendatangkan Olivier Giroud dari klub rival sekota, Arsenal, pada bursa transfer musim dingin ini. Bukannya ancaman, kehadiran Giroud justru bisa bermanfaat buat striker utama Chelsea, Alvaro Morata.

Penyerang Chelsea Alvaro Morata (depan) dan bek Arsenal Shkodran Mustafi berebut bola dalam partai semifinal Piala Liga Inggris di Stamford Bridge, London, 10 Januari 2018.

Rekening gol Morata tak mengalir deras dalam tiga bulan terakhir. Sejak Oktober, penyerang berusia 25 tahun itu cuma mencetak 4 gol di Liga Inggris.

Catatan tersebut mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan kontribusinya pada awal musim. Sebagai pemain anyar, Morata langsung nge-gas dengan mencetak 6 gol dalam 2 bulan pertama.

Hanya, performanya lantas menukik drastis. Kalau dilihat dari satu sisi, Morata bisa terancam dengan kedatangan Giroud melihat penurunan kontribusinya.

Giroud diharapkan menjadi sumber gol alternatif saat ketajaman Morata mandek. Keduanya juga merupakan tipe penyerang tengah murni.

Kalau melihat kecenderungan taktik manajer Antonio Conte musim ini, sangat kecil kemungkinan duet Giroud-Morata tampil bareng sejak menit awal.

Dari 25 pekan Liga Inggris musim ini, hanya sekali Conte memakai formasi dua pemain depan sebagai starter. Kejadian langka itu muncul ketika The Blues menghadapi Newcastle United dan menang 3-1 (2/12/2017).

Namun, strategi itu pun muncul dengan Morata diduetkan bersama Eden Hazard, yang bukan penyerang murni.

Kesimpulan sementara bisa ditarik. Morata mungkin bakal sering tampil bergantian dengan Giroud.

Kalau memandang dari sisi yang berbeda, justru kemunculan pesaing sekelas Giroud berguna memicu Morata agar tampil lebih baik demi mempertahankan posisi di skuad.

Melihat rekam jejaknya, Morata memang butuh kompetitor supaya tidak terlampau merasa nyaman sebagai penyerang utama. Ketika membela Real Madrid, Morata harus bersaing dengan striker top seperti Karim Benzema. Dia juga menimba ilmu dari megabintang Fifacash